
Cinta, memang terkadang bisa membuat dunia jungkir balik.Yang hitam menjadi putih yang putih menjadi gelap.
Ya! Hal ini memang menyebalkan sekali, benar-benar menyebalkan bagiku. Terlebih lagi jika hal itu terjadi berkali-kali. Ya apa mau di kata kalau memang sudah harus terjadi ya terjadi begitu aja tanpa ada yang bisa menghentikannya, kecuali yang mengaturnya. Gimana ga kesel ‘n jengkel coba, kalau setiap kali aq mencintai seorang gadis pasti ‘n selalu membuatku menjadi susah makan&susah tidur padahal di tempat kerjaku ga da makanan sama sekali.
Mengubah dari yang dulunya biasa saja menjadi cinta dan kemudian cinta langsung menjatuhkan perasaan benci kepadaku. Hingga q tak dapat memandang wajahnya sekalipun q sangat ingin berbicara dan melihat apa yang sangat kusuka dalam dirinya.Tapi entah kenapa aq seolah tak punya keberanian tuk melakukan semua itu, ku akui aq memang seorang pengecut dalam mata kuliah hidup ini karena aq kehilangan kasih sayang seorang ibu selama empat tahun ketika masih Sekolah Dasar dan Ayahku juga terkadang pergi juga merantau untuk dapat memenuhi kebutuhan makan aku dan adikku. Aq dan adik perempaunku dititipkan dirumah saudara. Sendirian disaat teman-temanku asyk bermain aq harus berjaung untuk dapat bertahan dengan kesendirianku. Tanpa harus ku menunjukannya kepada adik tersayangku,karena ku tak ingin dia juga ikut merasakan kesediham yang kurasakan saat itu, cukup aq saja yang menanggung kesedihanku itu. Tapi ku tak dapat menyalahkan kedua orang tuaku karena mereka hanya berusaha melaksanakan kewajiban terhadap keluarga. Demi memperoleh kehidupan yang lebih baik, agar kelak kudapat seperti anak-anak yang lain. Yang bisa menikmati masa mudanya sama seperti remaja sebayanya. Mungkin oleh sebab itulah kini aku tumbuh menjadi seorang lelaki yang pengecut didepan seorang wanita. Karena pengaruh buruk masa lalu. Dan Q tak ingin adikku juga merasakan hal yang sama denganku. Ku harus bisa menjadi Kakak yang baginya, karena aqlah satu-satunya kakak yang dimilikinya. Ku tak ingin mengecewakan orang yang telah mempercayaiku,karena kepercayaan itu sangat berharga bagiku tak sepadan jika harus ditukar dengan uang atau bahkan cinta. Q lebih memilih kehilangan cinta daripada harus kehilangan kepercayaan dari mereka. Apakah teman perempuanku selama ini memang semuanya demikian? Ku hanya menemukan beberapa gelintir saja yang setia menemaniku hingga saat ini. Baik suka maupun duka.Teman seperti itulah yang selama ini aq cari
Ku seorang diri ditengah kejamnya panas gurun Pasir, penuh harap ku kan bertemu oasis yang kan menyejukan hatiku disaat panas gurun itu datang.
Saat seperti itu tlah datang padaku waktu itu,tapi ku tak dapat meraihnya. Padahal ku tlah bersmangat karenamu. Tapi entah kenapa kau justru berubah waktu itu. Mungkin karena kau tlah menlihat dirimu yang sesungguhnya. Kau jadi enggan berada dekat denganku. Ku tak mengerti kenapa justru menjauh dariku seharusnya dengan kau meliat sifat asliku kau seharusnya kau harus merubahnya menjadi lebih baik. Karena ku butuh seseorang yang sepertimu, yang bisa menenangkan hatiku disaat hatiku gundah, disaat ku butuh seorang teman tuk berbagi dalam suka maupun lara. Bila seorang yang sepertimu saja tak mau berada dekat denganmu, bagaimana mungkin bisa diriku ini tuk bisa berubah menjadi lebih baik. Bila seseorang yang sudah baik saja tak mau merubah orang lain menjadi baik juga seperti dirinya. Apakah ku salah bila mengharapkan dirimu untuk merubah sifatku, merubah diriku dan merubah masa depanku. Bila memang salah tolong katakan diman letak kesalahannya. Apakah ku salah karena ingin berubah, atau mungkin ku salah karena memintamu untuk merubah diriku. Please dech!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar